Uncategorized

Pola Penyerangan 4

Pertahanan yang reliable dan tempo permainan yg terjaga adalah jaminan. Tetapi, serangan mendadak sulit dilancarkan dengan formasi ini, terutama jika para pemain sayapnya diberi tanggung jawab primer untuk meng- cover pertahanan.

Dengan memainkan dua penyerang sayap, potensi ancaman dari pra full-back lawan bisa ditekan. Selama dua penyerang dalam bermain melebar itu masih berada jauh di hadapan, maka akan terlalu berisiko bagi full-back lawan tuk ikut naik membantu serangan timnya. possession begitu memperoleh bola agar para gelandangnya punya cukup waktu tuk ikut naik dan melancarkan serangan. Penundaan itu menyajikan para bek lawan dapat menyusun kembali pertahanan mereka sebelum situasi jadi bertambah berbahaya.

Biasanya, formasi ini memiliki kreativitas dalam cukup, karena lebih mungkin antara pemain tengah tuk menerima bola dari gelandang ke penyerang yang dipimpin oleh para pemain inti. Bahkan dalam posisi tertentu, mereka membutuhkan kualitas player yang berbeda.

Sebagai contoh, pemain lapangan atau dianggap juga gelandang dalam formasi 4 – 2 ~ 4 haruslah seorang player dengan kemampuan yang bertambah lengkap dari pada pemain tengah dalam formasi some – 3 – 3. Selain itu, dua penyerang sayap dari selalu siap mengambil keuntungan dari dua full-back milik setiap kali mereka meninggalkan posnya tuk naik membantu serangan. Pemain-pemain itu diakui seorang diri mampu menjadi perisai untuk lini pertahanan di saat kedua rekan gelandangnya naik ke posisi yang lebih ofensif untuk membantu serangan dari posisi sentral. Tuk bisa mengoptimalkan formasi 4-3-3, sebuah tim harus ditunjang oleh pemain-pemain yang sanggup berpikir cepat dan cermat dalam hal penempatan posisi serta pendistribusian bola.

Formasi merupakan formasi yang terdiri dari 4 pemaian belakang, 3 gelandang tenga, lalu 3 pemain penyerang ataupun striker. dengan menrapkan a few penyerang formasi ini menenkankan untuk mendapatkan bal placement yang lebih banyak. Di formasi ini, target person yang dipilih bukan sembarangan karena ia perlu punya kelincahan, kecepatan dan bersifat kerja keras supaya umpan dapat ia kejar sekalian berduel dengan bek untuk tim lawan. Bila ingat pertandingan Piala Dunia the year 2010 Yunani vs. Argentina, formasi ini diaplikasikan oleh bernard Yunani. Sementara itu, some pemain penyeranglah yang berperan untuk menyerang sedangkan 2 pemain sayap akan membangun serangan yang mereka meraih mulai dari garis dalam lapangan.

Ini berbeda dengan pola Vila Nova yang menarik centerback ke tengah sewaktu menyerang. Dalam skema Zeze, yang digeser ke hadapan adalah pemain di gaya fullback. formasi ini menggunakan 3 pemain bertahan yg sejajar, dengan 3 gelandang murni bertahan untuk membantu pertahanan.

Modifikasi pertama dilakukan akibat pelatih Zeze Moreira pada Fluminense. Dengan sistem ini, maka area aksi backfour hanya dibatasi untuk bertahan.

Sedangkan untuk pemain gelandang atau lapangan tengah perlu menjelajah lapangan besar dan tugas kedua pemain tersebut adalah membangun serangan sekaligus bertahan ketika timnya sendiri diserang. Pemain bek kanan dan kiri lalu bakal memperoleh bantuan dari temannya yang menjadi pemain belakang tengah masing-masing. Penyerangan dapat dibantu oleh tiap-tiapo bek ditentukan juga penyerangan hendak dilakukan dari sisi yang mana. Kedua pemain tengah (gelandang) harus bekerja keras untuk beroperasi di lapangan yang mempunyai radius luas.

Karena formasi ini memakai 4 pemain belakang, 4 gelandang tengah, dan 2 penyerang. Namun di dalam formasi ini 2 gelandang serang harus bisa melangsungkan di 2 tempat sekaligus pada sektor sayap.